Ekodwimulyono82's Blog

SMK Pancasila 2 Jatisrono

ELECTRONIC FUEL INJECTION (EFI)

Sistem bahan bakar tipe injeksi merupakan langkah inovasi yang sedang dikembangkan untuk diterapkan pada sepeda mesin. Tipe injeksi sebenarnya sudah mulai diterapkan pada sepeda mesin dalam jumlah terbatas pada tahun 1980-an, dimulai dari sistem injeksi mekanis kemudian berkembang menjadi sistem injeksi elektronis. Sistem injeksi mekanis disebut juga sistem injeksi kontinyu (K-Jetronic) karena injector menyemprotkan secara terus menerus ke setiap saluran masuk (intake
manifold). Sedangkan sistem injeksi elektronis atau yang lebih dikenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI), volume dan waktu penyemprotannya dilakukan secara elektronik. Sistem EFI kadang disebut juga dengan EGI (Electronic Gasoline Injection), EPI (Electronic Petrol Injection), PGM-FI (Programmed Fuel Injenction) dan Engine
Management. Penggunaan sistem bahan bakar injeksi pada sepeda mesin komersil di Indonesia sudah mulai dikembangkan. Salah satu contohnya adalah pada salah satu tipe yang di produksi Astra Honda Mesin, yaitu pada Supra X 125. Istilah sistem EFI pada Honda adalah PGM-FI (Programmed Fuel Injection) atau sistem bahan bakar yang telah terprogram. Secara umum, penggantian sistem bahan baker konvensional ke sistem EFI dimaksudkan agar dapat meningkatkan unjuk kerja dan tenaga mesin (power) yang lebih baik, akselarasi yang lebih stabil pada setiap putaran mesin, pemakaian bahan bakar yang ekonomis (iriit), dan menghasilkan kandungan racun (emisi) gas buang yang lebih sedikit sehingga bisa lebih ramah terhadap lingkungan. Selain itu, kelebihan dari mesin dengan bahan bakar tipe injeksi ini adalah lebih mudah dihidupkan pada saat lama tidak digunakan, serta tidak terpengaruh pada temperatur di lingkungannya.

1. Prinsip Kerja Sistem EFI
Istilah sistem injeksi bahan bakar (EFI) dapat digambarkan sebagai suatu sistem yang menyalurkan bahan bakarnya dengan menggunakan pompa pada tekanan tertentu untuk mencampurnya dengan udara yang masuk ke ruang bakar. Pada sistem EFI dengan mesin berbahan bakar bensin, pada umumnya proses penginjeksian bahan bakar terjadi di bagian ujung intake manifold/manifold masuk sebelum inlet valve (katup/klep masuk). Pada saat inlet valve terbuka, yaitu pada langkah hisap, udara yang masuk ke ruang bakar sudah bercampur dengan bahan bakar. Secara ideal, sistem EFI harus dapat mensuplai sejumlah bahan bakar yang disemprotkan agar dapat bercampur dengan udara dalam perbandingan campuran yang tepat sesuai kondisi putaran dan beban mesin, kondisi suhu kerja mesin dan suhu atmosfir saat itu. Sistem harus dapat mensuplai jumlah bahan bakar yang bervariasi, agar perubahan kondisi operasi kerja mesin tersebut dapat dicapai dengan unjuk kerja mesin yang tetap optimal.

2. Konstruksi Dasar Sistem EFI
Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sistem utama, yaitu; a) sistem bahan bakar (fuel system), b) sistem kontrol elektronik (electronic control system), dan c) system induksi/pemasukan udara (air induction system). Ketiga sistem utama ini akan dibahas satu persatu di bawah ini. Jumlah komponen-komponen yang terdapat pada sistem EFI bias berbeda pada setiap jenis sepeda mesin. Semakin lengkap komponen sistem EFI yang digunakan, tentu kerja sistem EFI akan lebih baik
sehingga bisa menghasilkan unjuk kerja mesin yang lebih optimal pula. Dengan semakin lengkapnya komponen-komponen sistem EFI (misalnya sensor-sensor), maka pengaturan koreksi yang diperlukan untuk mengatur perbandingan bahan bakar dan udara yang sesuai dengan kondisi kerja mesin akan semakin sempurna. Gambar di bawah ini memperlihatkan contoh skema rangkaian sistem EFI pada Yamaha
GTS1000 dan penempatan komponen sistem EFI pada Honda Supra X 125.

Gambar 1. Skema rangkaian sistem EFI Yamaha GTS1000

Keterangan nomor pada gambar :
1. Fuel rail/delivery pipe
2. Pressure regulator
3. Injector
4. Air box
5. Air temperature sensor
6. Throttle body butterfly
7. Fast idle system
8. Throttle position sensor
9. Engine/coolant temperature sensor
10. Crankshaft position sensor
11. Camshaft position sensor
12. Oxygen (lambda) sensor
13. Catalytic converter
14. Intake air pressure sensor
15. ECU (Electronic control unit)
16. Ignition coil
17. Atmospheric Pressure Sensor

Agustus 31, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

googlecd488e70545b6446.html

Agustus 15, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Memelihara/ servis sistem rem dan komponen-komponennya

Nama Sekolah : SMK PANCASILA 2 JATISRONO Program Keahlian : TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF Mata Pelajaran : OTOMOTIF 2-1 Kelas / Semester : XI/III Pertemuan Ke : Alokasi Waktu : 18 X 45 MENIT Kode Kompetensi : OPKR-40-002B STANDAR KOMPETENSI : Pemeliharaan/servis sistem rem KOMPETENSI DASAR : Memelihara/ servis sistem rem dan komponen-komponennya INDIKATOR : 1. Pemeliharaan/servis sistem rem dan komponen-komponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lainnya. 2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan di pahami 3. Sistem rem dan komponennya dipelihara/diservis dilaksanakan dengan metode, perlengkapan dan material yang di tetapkan berdasarkan spesifikasi pabrik. 4. Data yang tepat di lengkapi sesuai hasil pemeliharaan/servis 5. Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis system/komponen dilaksanakan berdasarkan SOP(Standard Operation procedures),undang-undang K3(Keselamatan dan Kesekatan kerja), peraturan per undang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan MATERI PEMBELJARAN : 1. Jenis dan tujuan pemeliharaan 2. Teknik pemeliharaan berbagai jenis sistem rem 3. Pemeliharaan/servis sistem rem dan komponennya sesuai SOP,K3, peraturan dan prosedur/kebijakan perusahaan METODE PEMBELAJARAN : Teori, Tanya jawab, observasi dan praktek TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa dapat memahami jenis dan tujuan pemeliharaan 2. Siswa dapat melakukan pemeliharaan berbagai jenis sistem rem 3. Siswa dapat memahami Pemeliharaan/servis sistem rem dan komponennya sesuai SOP,K3, peraturan dan prosedur/kebijakan perusahaan TAHAPAN KEGIATAN PENDAHULUAN (AWAL) 1. Guru memberi salam dan berdo’a bersama sebelum memulai pelajaran 2. Siswa menyiapkan peralatan penunjang materi 3. Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan di ajarkan INTI 1. Memahami berbagai jenis dan tujuan pemeliharaan sistem rem melalui penggalian informasi pada buku manual 2. Memahami prosedur pemeliharaan rem tromol melalui pengalian informasi pada buku manual 3. Memahami prosedur pemeliharaan rem cakram melalui pengalian informasi pada buku manual 4. Memeriksa komponen-komponen rem tromol dan rem cakram melalui kegiatan perawatan harian dan berkala 5. Melaksanakan penyetelan tinggi pedal rem 6. Menyetel kerapatan antara sepatu rem dan teromol sesuai SOP 7. Mengeluarkan angin palsu pada sistem rem (bleeding) 8. Melakukan pemeriksaan kerja sistem rem hasil pemeliharaan PENUTUP 1. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali konstruksi kopling 2. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali prinsip kerja kopling 3. guru mengakhiri pelajaran dan memberi tugas kepada para siswa untuk membuat laporan kerja BAHAN/SUMBER BELAJAR : 1. Modul servis rem 2. Buku manual 3. Unit kendaraan 4. Special tool PENILAIAN : 1. Test tertulis Penilaian dilakukan dengan soal-soal tertulis 2. Non test Dengan observasi/cek list dan lisan Mengetahui, Jatisrono,1 Agustus 2008 Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran Yanto, S.Pd, M. Pd Eko Dwi Mulyono, S.Pd

Agustus 15, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Materi sistem pendingin

COLLING SYSTEM

Pembakaran campuran udara dan bahan bakar didalam mesin menghasilkan energi panas, tetapi hanya 25% dari keseluruhan jumlah panas yang dapat dimanfaatkan.
Sisanya :
~ 30% diserap oleh mesin itu sendiri
~ 45% hilang bersama gas buang
~ sisanya hilang karena adanya gesekan pada mesin itu sendiri
Sistim pendinginan ada 2 cara :
~ Sistim pendinginan udara
~ Sistim pendinginan air
Fungsi sistim pendinginan ( cooling system ) :
Untuk mengatur agar suhu panas mesin selalu terjaga pada temperatur antara 80o – 90o C

SISTIM PENDINGIN AIR
Bagian – bagiannya
1. Radiator
2. Resevoir tank
3. Radiator Cap
4. Cooling Fan
5. Water Pump
6. Thermostat
Keuntungan sistim pendinginan air :
Mesin menjadi tidak berisik karena ruang pembakaran dikelilingi oleh air yang berfungsi sebgai peredam

SIRKULASI AIR PENDINGIN DIDALAM MESIN
RADIATOR
Fungsi :
Untuk membuang panas air yang telah bersirkulasi didalam mesin ke udara luar melalui sirip – sirip yang ada pada radiator

WATER PUMP
Fungsi :
Untuk mensirkulasikan ( memompakan ) air pendingin mesin, dari radiator ke mesin
Biasanya pompa yang dipakai adalah jenis centrifugal, dan pompa ini digerakkan dengan tenaga mesin itu sendiri dengan perantaraan fan belt.
THERMOSTAT
THERMOSTAT TANPA KATUP BYPASS
Pada saat temperatur rendah ( mesin dingin )
Saluran air ke radiator ditutup oleh thermostat sehingga air
Akan mengalir dari blok silinder ke pompa melalui saluran bypass
Pada saat temperatur tinggi ( mesin panas )
Saluran air ke radiator dibuka ( thermostat sudah terbuka )sehingga air akan mengalir
 Dari blok silinder ke radiator – pompa – blok silinder
 dari blok silinder – melalui saluran bypass – pompa – blok silinder
THERMOSTAT DENGAN KATUP BYPASS
KOMPONEN
1. Thermostat
2. Saluran Bypass
3. Radiator
4. Water Pump
Cara kerja
pada temperatur dingin
Saluran bypass yang ada pada thermostat
Terbuka sehingga alirannya
Blok mesin – saluran bypass – Water Pump – Blok mesin
Cara kerja pada saat temperatur panas
Saluran bypass yang ada pada thermostat tertutup sehingga alirannya
Blok mesin – radiator – Water Pump – Blok mesin ( tidak ada air yang melewati saluran bypass )
Sehingga pendinginan pada saat mesin panas lebih efektif
COOLING FAN
Fungsi :
Untuk mensirkulasikan ( mengalirkan ) udara melalui sirip – sirip yang pada radiator
Cara membangkitkan aliran udaranya ada 2 cara
1. Dengan menggunakan kipas ( cooling fan )
2. Dengan kendaraan lari cepat.
Cooling fan ada 2 macam :
~ Diputar menggunakan motor listrik
~ Diputarkan oleh mesin dengan perantaraan tali kipas ( Fan Belt )
Catatan.
Supaya kerja radiator lebih efektif tambahkan
LLC ( long Life Coolant ) pada air radiator

TUTUP RADIATOR
Tutup radiator mempunyai 2 katup
1. Katup tekanan ( Relief Valve )
Untuk membuang air pendingin ke resevoir pada saat tekanan di dalam
radiator naik
2. Katup Vacuum ( Vacuum Valve ).
Untuk memasukkan air pendingin ke radiator pada saat
tekanan di dalam radiator turun
RESEVOIR TANK
Fungsi :
Untuk menampung kelebihan air dari radiator pada saat terjadi pemuaian air didalam radiator, dan mengembalikan air ke radiator pada saat tekanan didalam radiator turun.

Agustus 15, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Merakit dan memasang sistem rem dan komponennya

Nama Sekolah    : SMK PANCASILA 2 JATISRONO
Program Keahlian    : TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF
Mata Pelajaran    : OTOMOTIF 2-1
Kelas / Semester    : XI/III
Pertemuan Ke    :
Alokasi Waktu    : 24 X 45 MENIT
Kode Kompetensi    : OPKR-40-001B

STANDAR KOMPETENSI :
Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen-komponennya

KOMPETENSI DASAR :
Merakit dan memasang sistem rem dan komponen-komponennya

INDIKATOR :
1. Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen-komponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lainnya.
2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan di pahami
3. Semua prosedur dilaksanakan dengan metode dan peralatan yang di tentukan berdasarkan spesifikasi dan toleransi pabrik.
4. Data yang tepat di lengkapi sesuai hasil Perakitan dan pemasangan sistem rem
5. Seluruh kegiatan perakitan dan pemasangan dilaksanakan berdasarkan SOP(Standard Operation procedures),undang-undang K3(Keselamatan dan Kesekatan kerja), peraturan per undang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan

MATERI PEMBELJARAN :
1. Prinsip jenis konstruksi sistem rem
2. Teknik perakitan dan pemasangan berbagai jenis sistem rem
3. Perakitan dan pemasangan berbagai jenis sistem rem sesuai SOP,K3, peraturan dan prosedur/kebijakan perusahaan

METODE PEMBELAJARAN :
Teori, Tanya jawab, observasi dan praktek

TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Siswa dapat memahami Prinsip jenis konstruksi sistem rem
2. Siswa dapat melakukan perakitan dan pemasangan berbagai jenis sistem rem
3. Siswa dapat memahami perakitan dan pemasangan berbagai jenis sistem rem sesuai SOP,K3, peraturan dan prosedur/kebijakan perusahaan

TAHAPAN    KEGIATAN

PENDAHULUAN
(AWAL)    
1. Guru memberi salam dan berdo’a bersama sebelum memulai pelajaran
2. Siswa menyiapkan peralatan penunjang materi
3. Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan di ajarkan

INTI    
1. Memahami prinsip kerja sistem rem mekanik dan hidrolik melalui penggalian informasi pada buku manual
2. Memahami konstruksi sistem rem mekanik dan hidrolik melalui penggalian informasi pada buku manual
3. Memahami teknik perakitan dan pemasangan berbagai jenis rem mekanik dan hidrolik melalui penggalian informasi pada buku manual
4. Merakit sistem rem mekanik sesuai SOP
5. Merakit sistem rem hidrolik sesuai SOP
6. Menguji kerja rem hasil perakitan

PENUTUP    
1. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali konstruksi kopling
2. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali prinsip kerja kopling
3. guru mengakhiri pelajaran dan memberi tugas kepada para siswa untuk membuat laporan kerja

BAHAN/SUMBER BELAJAR :
1. Modul servis rem
2. Buku manual
3. Unit kendaraan
4. Special tool

PENILAIAN :
1. Test tertulis
Penilaian dilakukan dengan soal-soal tertulis
2. Non test
Dengan observasi/cek list dan lisan

Mengetahui,                        Jatisrono,1 Agustus 2008
Kepala sekolah                       Guru Mata Pelajaran

                                                     Eko Dwi Mulyono, S.Pd

Agustus 13, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Servis Unit kopling dan komponen sistem pengoperasian

Nama Sekolah    : SMK PANCASILA 2 JATISRONO
Program Keahlian    : TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF
Mata Pelajaran    : OTOMOTIF 2-1
Kelas / Semester    : XI/III
Pertemuan Ke    :
Alokasi Waktu    : 24 X 45 MENIT
Kode Kompetensi    : OPKR-30-001B

STANDAR KOMPETENSI :
Pemeliharaan/servis unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian kopling

KOMPETENSI DASAR :
1. Memelihara/ servis unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian

INDIKATOR :
1. Pemeliharaan/servis unit kopling dan komponen-komponen system pengoperasian dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lainnya.
2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan di pahami
3. Semua prosedur pemeliharaan/servis di laksanakan berdasarkan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik
4. Seluruh kegiatan Pemeliharaan/servis unit kopling dilaksanakan berdasarkan SOP(Standard Operation procedures),undang-undang K3(Keselamatan dan Kesekatan kerja), peraturan per undang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan

MATERI PEMBELJARAN :
1. Prinsip kerja kopling
2. Unit kopling dan komponen sistem pengoperasian yang perlu dipelihara/servis
3. Data spesifikasi pabrik
4. Langkah kerja pemeliharaan/servis unit kopling berdasarkan SOP, K3(Keselamatan dan Kesekatan kerja), peraturan per undang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan

METODE PEMBELAJARAN :
Teori, Tanya jawab, observasi dan praktek

TUJUAN PEMBELAJARAN :
5. Siswa dapat memahami prinsip kerja kopling
6. Siswa dapat melakukan servis unit kopling dan sistem pengoperasian
7. Siswa dapat memahami data spesifikasi pabrik
8. Siswa dapat memahami dan menerapkan standar prosedur keselamatan kerja
TAHAPAN    KEGIATAN

PENDAHULUAN
(AWAL)
1. Guru memberi salam dan berdo’a bersama sebelum memulai pelajaran
2. Siswa menyiapkan peralatan penunjang materi
3. Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan di ajarkan

INTI
1. Memahami prinsip kerja kopling manual melalui penggalian informasi pada buku manual
2. Memahami konstruksi kopling dan komponen-komponennya
3. Menerapkan prosedur pemeliharaan/servis unit kopling dan komponensistem pengoperasian
4. Melakukan prosedur pemeliharaan/servis unit kopling dan komponen-komponen system pengoperasian
5. Melepas dan mengganti unit kopling dari kendaraan sesuai SOP
6. Melaksanakan penyetelan tinggi pedal kopling
7. Membongkar komponen kopling sesuai SOP
8. Memeriksa komponen kopling sesuai SOP
9. Merakit komponen kopling sesuai SOP
10. Melakukan pemeriksaan kerja kopling

PENUTUP
1. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali konstruksi kopling
2. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali prinsip kerja kopling
3. guru mengakhiri pelajaran dan memberi tugas kepada para siswa untuk membuat laporan kerja

BAHAN/SUMBER BELAJAR :
1. Modul servis kopling
2. Buku manual
3. Unit kendaraan
4. Special tool
5. Alat-alat tangan
PENILAIAN :
1. Test tertulis
Penilaian dilakukan dengan soal-soal tertulis
2. Non test
Dengan observasi/cek list dan lisan

Mengetahui,                                    Jatisrono,1 Agustus 2008
Kepala sekolah                                       Guru Mata Pelajaran

Eko Dwi Mulyono, S.Pd

Agustus 13, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

RPP Sistem kopling

Nama Sekolah : SMK PANCASILA 2 JATISRONO
Program Keahlian : TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF
Mata Pelajaran : OTOMOTIF 2-1
Kelas / Semester : XI/III
Pertemuan Ke :
Alokasi Waktu : 32 X 45 MENIT
Kode Kompetensi : OPKR-30-002B

STANDAR KOMPETENSI :
Perbaikan kopling dan komponen-komponennya

KOMPETENSI DASAR :
1. Melepas/mengganti unit kopling dan komponen-komponennya

INDIKATOR :
1. Pelepasan dan penggntian kopling dan komponen-komponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lainnya.
2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan di pahami
3. Semua prosedur pelepasan dan pengantian di laksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik
4. Seluruh kegiatan pelepasan dan penggantian dilaksanakan berdasarkan SOP(Standard Operation procedures),undang-undang K3(Keselamatan dan Kesekatan kerja), peraturan per undang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan

MATERI PEMBELJARAN :
1. Konstruksi dan prinsip kerja kopling
2. Identifikasi kerusakan dan metode perbaikan
3. Penyetelan kopling
4. Standar prosedur keselamatan kerja

METODE PEMBELAJARAN :
Teori, Tanya jawab, observasi dan praktek

TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Siswa dapat memahami konstruksi dan prinsip kerja kopling
2. Siswa dapat mengidentifikasi kerusakan dan metode perbaikan
3. Siswa dapat melakukan penyetelan kopling
4. Siswa dapat mengetahui standar prosedur keselamatan kerja

TAHAPAN KEGIATAN

PENDAHULUAN
(AWAL)
1. Guru memberi salam dan berdo’a bersama sebelum memulai pelajaran
2. Siswa menyiapkan peralatan penunjang materi
3. Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan di ajarkan

INTI
1. Memahami prinsip kerja kopling manual melalui penggalian informasi pada buku manual
2. Memahami konstruksi kopling dan komponen-komponennya
3. Menerapkan prosedur perbaikan kopling dan komponen-komponennya
4. Melepas dan mengganti unit kopling dari kendaraan sesuai SOP
5. Melaksanakan penyetelan tinggi pedal kopling
6. Membongkar komponen kopling sesuai SOP
7. Memeriksa komponen kopling sesuai SOP
8. Merakit komponen kopling sesuai SOP
9. Melakukan pemeriksaan kerja kopling

PENUTUP
1. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali konstruksi kopling
2. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali prinsip kerja kopling
3. guru mengakhiri pelajaran dan memberi tugas kepada para siswa untuk membuat laporan kerja

BAHAN/SUMBER BELAJAR :
1. Modul servis kopling
2. Buku manual
3. Unit kopling
4. Unit kendaraan
5. Special tool

PENILAIAN :
1. Test tertulis
Penilaian dilakukan dengan soal-soal tertulis
2. Non test
Dengan observasi/cek list dan lisan

Mengetahui,                                     Jatisrono,1 Agustus 2008
Kepala sekolah                                 Guru Mata Pelajaran

Eko Dwi Mulyono, S.Pd

Agustus 13, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

RPP Perbaikan Kopling Dan Komponennya

Nama Sekolah : SMK PANCASILA 2 JATISRONO
Program Keahlian : TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF
Mata Pelajaran : OTOMOTIF 2-1
Kelas / Semester : XI/III
Pertemuan Ke :
Alokasi Waktu : 32 X 45 MENIT
Kode Kompetensi : OPKR-30-002B

STANDAR KOMPETENSI :
Perbaikan kopling dan komponen-komponennya

KOMPETENSI DASAR :
2. Membongkar/ memperbaiki komponen-komponen sistem pengoperasian kopling

INDIKATOR :
1. Pembongkaran dan perbaikan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lainnya.
2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan di pahami
3. Semua prosedur pembongkaran dan perbaikan di laksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik
4. Seluruh kegiatan pembongkaran dan perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP(Standard Operation procedures),undang-undang K3(Keselamatan dan Kesekatan kerja), peraturan per undang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan

MATERI PEMBELJARAN :
1. Konstruksi dan prinsip kerja kopling
2. Identifikasi kerusakan dan metode perbaikan
3. Penyetelan kopling
4. Standar prosedur keselamatan kerja

METODE PEMBELAJARAN :
Teori, Tanya jawab, observasi dan praktek

TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Siswa dapat memahami konstruksi dan prinsip kerja kopling
2. Siswa dapat mengidentifikasi kerusakan dan metode perbaikan
3. Siswa dapat melakukan penyetelan kopling
4. Siswa dapat mengetahui standar prosedur keselamatan kerja

TAHAPAN KEGIATAN

PENDAHULUAN
(AWAL)
1. Guru memberi salam dan berdo’a bersama sebelum memulai pelajaran
2. Siswa menyiapkan peralatan penunjang materi
3. Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan di ajarkan

INTI
1. Memahami prinsip kerja kopling manual melalui penggalian informasi pada buku manual
2. Memahami konstruksi kopling dan komponen-komponennya
3. Melakukan prosedur pembongkaran komponen-komponen sistem pengoperasian kopling
4. Melakukan prosedur pemeriksaan komponen-komponen sistem pengoperasian kopling
5. Melakukan prosedur perbaikan komponen-komponen sistem pengoperasian kopling
6. Melakukan prosedur pemasangan komponen-komponen sistem pengoperasian kopling
7. Melakukan pemeriksaan kerja kopling

PENUTUP
1. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali konstruksi kopling
2. Guru meminta kepada para siswa untuk memahami dan mempelajari kembali prinsip kerja kopling
3. guru mengakhiri pelajaran dan memberi tugas kepada para siswa untuk membuat laporan kerja

BAHAN/SUMBER BELAJAR :
1. Modul servis kopling
2. Buku manual
3. Unit kopling
4. Unit kendaraan
5. Special tool

PENILAIAN :
1. Test tertulis
Penilaian dilakukan dengan soal-soal tertulis
2. Non test
Dengan observasi/cek list dan lisan

Mengetahui, Jatisrono,1 Agustus 2008
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran

Yanto, S.Pd, M. Pd Eko Dwi Mulyono, S.Pd

Agustus 13, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar